Archive

Archive for the ‘5. Waktu Dan Musim’ Category

PKJ-176, TUHAN MEMBERIKAN KITA TANAH AIR

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-176, TUHAN MEMBERIKAN KITA TANAH AIR

1. Tuhan memberikan kita tanah air yang merdeka. Juga kedaulatan rakyat di persada Indonesia. Tuhan, ajarlah kami supaya arif bijaksana serta senantiasa membukakan diri. Bersemangat kasih, saling menjalin pengertian, kami membina dan membangun bangsa ini.

2. Orang angkuh dan serakah melecehkan keadilan; oleh nafsu berkuasa hukum rimba dihalalkan. Tuhan, ajarlah kami supaya arif bijaksana serta senantiasa membukakan diri. Bersemangat kasih, saling menjalin pengertian, kami membina dan membangun bangsa ini.

3. Tuhan, kami ini latah, angkuh mengandalkan diri, hingga kami terjerumus, jatuh di lembah derita. Tuhan, ajarlah kami supaya arif bijaksana serta senantiasa membukakan diri. Bersemangat kasih, saling menjalin pengertian, kami membina dan membangun bangsa ini.

4. Tuhan, lihat bangsa kami diterjang gelombang ribut. Tolong kami mengatasi kemelut dan kehancuran. Tuhan, ajarlah kami supaya arif bijaksana serta senantiasa membukakan diri. Bersemangat kasih, saling menjalin pengertian, kami membina dan membangun bangsa ini.

PKJ-175, SATU TANAH AIR

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-175, SATU TANAH AIR

1. Satu tanah Air, satu Bangsa dan satu dalam Bahasa. Indonesia kebangsaanku, engkaulah Tanah Airku. Alam indah mempesona, suku bangsa beraneka, budayanya sungguh kaya, karya agung Sang Pencipta. Mari kita semuanya menghayati maknanya, satu Tanah Air kita,

PKJ-174, SUDAH WAKTUNYA

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-174, SUDAH WAKTUNYA

1. Sudah waktunya kami melepaskan lelah. Tuhan, lindungi kami tidur nyaman nyenyak.

PKJ-173, NYANYIAN MALAM YANG TEDUH

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-173, NYANYIAN MALAM YANG TEDUH

1. Nyanyian malam yang teduh mengalun syahdu dan merdu memuji namaMu.

2. Lembah yang hijau dan tenang, gugusan bukit terbentang, betapa indahnya.

3. Bulan dan bintang berseri, menghias alam yang sepi, Engkau Penciptanya.

4. Meskipun malam yang gelap, cahaya Tuhanku tetap bersinar bagiku.

5. Syukur, ya Tuhan, trimalah atas berkat karunia Kau brikan padaku.

6. Sekarang tubuhku lelah, padaMu aku berserah, ya Tuhan, jagalah.

PKJ-172, DI HENINGNYA MALAM INI

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-172, DI HENINGNYA MALAM INI

1. Di heningnya malam ini, tulus dan rendah hati, bertelut berdoa padaMu; inilah bisik kalbu: Apa yang aku miliki, tubuh dan jiwa ini, kuserahkan hanya padaMu, kurban persembahanku. Walau ku berdosa, walau ternoda, tetapi darah yang kudus tlah sucikan diriku. Dan jati diriku kini bukan diriku lagi, melainkan Kristus Tuhanku hidup dalam diriku.

PKJ-171, DI BAWAH SINAR BULAN

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-171, DI BAWAH SINAR BULAN

1. Di bawah sinar bulan dan bintang berkilauan, persada termenung. Segala sawah ladang terbuai ketenangan, berselimutkan halimun.

2. Sunyi senyap semua, rasa tentram sempurna merangkul mendekap. Jerihnya seharian bercampur kegetiran di hawa malam melenyap.

3. Ya Bapa dalam sorga, kami kan tidur juga di malam yang teduh. Ampuni dosa kami, berkati dan kawali yang sakit dan yang berkeluh

4. Rembulan di waktunya tak tampak seluruhnya, meski tetap lengkap; di balik yang dilihat terduga yang tersirat: yang bulat, utuh dan genap.

5. Berdosalah manusia, tak tahu secukupnya keterbatasannya. Dengan merekayasa yang gagah dan perkasa, fatamorgana hasilnya.

6. Ajari kami, Tuhan, mencari kesungguhan dan jangan yang semu. Jadikan kami ramah, takwa dan sederhana sebagai anak-anakMu.

7. Akhirnya sambut kami sehabis menjalani jangkauan usia; berilah kedamaian di saat ajal datang dan untuk slama-lamanya.

PKJ-170, TERBITLAH KINI SANG MATAHARI

March 1, 2011 Leave a comment

PKJ-170, TERBITLAH KINI SANG MATAHARI

1. Terbitlah kini Sang Matahari sebagai tanda hari yang baru. Seluruh alam diterangi dan kegelapan sudah berlalu. Lebih dahulu kita lakukan: Mengucap syukur kepada Tuhan, karena Dia yang menjadikan malam gelap dan siang terang.

2. Seluruh satwa riang bernyanyi menyambut pagi dengan ceria. Kita pun patut bertrima kasih kepada Allah, Maha Pencipta. Lebih dahulu kita lakukan: Mengucap syukur kepada Tuhan, karena Dia yang menjadikan malam gelap dan siang terang.

3. Apa pun juga kita lakukan di dalam tugas dan tutur kata, kita lakukan di dalam Tuhan, sambil bersyukur kepada Allah. Lebih dahulu kita lakukan: Mengucap syukur kepada Tuhan, karena Dia yang menjadikan malam gelap dan siang terang.

%d bloggers like this: